Beranda Kabar Kenaikan Tarif Listrik 900VA dianggap membebani konsumen

Kenaikan Tarif Listrik 900VA dianggap membebani konsumen

3 menit membaca
0
0
10

Warga masyarakat yang telah menikmati listrik untuk golongan R1-900 VA-RTM terhitung sejak kemarin 1 Januari 2017 mulai dikenakan kenaikan tarif imbas dari pencabutan subsidi listrik dari pemerintah.

Pencabutan subsidi tersebut dilakukan untuk golongan Rumah Tangga Mampu atau disingkat RTM. Kendati demikian skema kenaikan tarif listrik yang dilakukan secara bertahap tetap masih dianggap membebani para konsumen.

Dilansir dari Okezone, “Iya (kenaikan tarif) tiga tahap. (Tapi) masih membebani. Masih membebani (konsumen),” ujar Wakil Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo, Jakarta, Senin (2/1/2017).

“Kan tarif yang sekarang cuma Rp600 sekian per kWh (kilowatt hour), sementara tarif non subsidi itu kan sekitar Rp1.200-an kan (per-kWh),” lanjutnya.

Sehingga begitu subsidi listrik untuk golongan 900 va dicabut, maka menyebabkan kenaikan harga yang cukup jauh dari harga sebelumnya saat masih disubsidi.

“Sekarang begitu dicabut, ada gap, jarak tarif antara subsidi dengan non subsidi itu hampir separuhnya kan,” tukasnya.

PT PLN (Persero sendiri akan menghapus sebagian besar subsidi untuk pelanggan 900VA. Dengan demikian tarif listrik untuk pelanggan tersebut akan mengalami kenaikan mulai 1 Januari 2017 kemarin. Selanjutnya, pihak PLN juga menambahkan satu golongan tarif baru yakni golongan 900VA-RTM yang tanpa subsidi untuk kalangan masyarakat yang dianggap mampu.

Golongan tarif R-1/900 va khusus masyarakat mampu akan diberlakukan kenaikan bertahap setiap dua bulan, yaitu 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017 dan pada 1 Juli 2017 akan disesuaikan bersamaan dengan 12 golongan tarif lainnya yang mengalami penyesuaian tarif tiap bulannya.

Lihat artikel lainnya
Lihat yang lain dari Desa Kalikudi
Lihat yang lain pada Kabar

Baca yang lainnya

Inilah Daftar Bakal Calon Sekretaris Desa Kalikudi

Kalikudi – Penetapan bakal calon sekretaris desa untuk mengisi kekosongan perangkat …