Setelah Idul Fitri warga penganut kepercayaan Islam Kejawen di Kabupaten Cilacap melangsungkan ritual pudunan. Puluhan warga Paguyuban Resik Kubur Rasa Sejati (PRKRS) Desa Kalikudi Kabupaten Cilacap berjalan kaki menempuh puluhan kilometer menuju penembahan di Daun Lumbung, Cilacap.

Sementara menjelang bulan puasa juga ada ritual punggahan di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Ratusan warga berbondong-bondong datang untuk melangsungkan acara ritual punggahan.

Ada punggahan ada juga pudunan. Ritual pudunan ini dilaksanakan pada bulan Syawal, sehingga biasa disebut dengan ritual Syawalan. Biasanya dilangsungkan pada pertengahan bulan syawal atau sepuluh setelah idul fitri. Hal ini ditentukan dengan petangan para sesepuh.

Paguyuban Resik Kubur Rasa Sejati (PRKRS) Kalikudi Kabupaten Cilacap juga mengadakan ritual syawalan di Daun Lumbung Kabupaten Cilacap. Puluhan warga Desa Kalikudi berjalan menempuh ratusan kilometer dari Desa Kalikudi ke Daun Lumbung Kabupaten Cilacap.

Pada acara Syawalan ini ada dua tempat yang menjadi tujuan Paguyuban Resik Kubur Rasa Sejati (PRKRS) Kalikudi Kabupaten Cilacap. Karena ritual pudunan maka mereka membagi anak putunya agar ada yang ke Panembahan Bonokeling, Pekuncen, Jatilawan. Namun yang ke Pekuncen hanya beberapa orang saja. Karena pudunan ini memang tujuannya ke Daun Lumbung, tetapi tetap ke Pekuncen, Jatilawang. Sehingga dua lokasi ini tetap melangsungkan ritual pudunan secara bersamaan.

Seperti biasa masyarakat Kalikudi menyiapkan segala keperluan untuk dibawa ke Daun Lumbung. Dari hasil bumi hingga hewan seperti ayam dan kambing di bawah untuk digunakan sebagai selamatan. Persiapan ini pada hari Rabu yang seluruh anak putu Desa Kalikudi munjung ke Pasemuan membawa keperluan selamata tersebut.

Hari Kamis pagi (6/7/2017) anak putu Pasemuan Lor dan Pasemuan Kidul berangkat menuju ke Daun Lumbung dan ada juga yang ke Pekuncen. Hingga tiba di Daun Lumbung sore hari sekitar pukul lima sore. Malam harinya mereka melangsungkan muji yang dilakukan oleh seluruh anak putu Desa Kalikudi dan juga anak putu Daun Lumbung.

Pada hari Jumat Paguyuban Resik Kubur Rasa Sejati (PRKRS) Kalikudi Kabupaten Cilacap melangsungkan ritual bekten. Sebelum itu mereka membersihkan area penembahan yang biasa disebut dengan resik kubur. Yang setelahnya ritual bekten dilanjutkan dengan selamatan.

Keesokan harinya pada hari Sabtu, anak putu Desa Kalikudi bersiap untuk kembali ke Desa Kalikudi. Mereka kembali menempuh ratusan kilometer dengan berjalan kaki.

Pada peristirahatan pertama tepatnya di Gedung Kwarcab 1101 Cilacap kami disambut oleh anggota Pramuka yang sedang melangsungkan kegiatan. Para kaka pembina juga mengajak foto bersama dengan para sesepuh. (wah/emr/nkm)