Beranda Ragam Peseman, wadah selamatan yang masih digunakan di Desa Kalikudi

Peseman, wadah selamatan yang masih digunakan di Desa Kalikudi

3 menit membaca
0
0
21
Peseman, wadah selamatan yang masih digunakan di Desa Kalikudi

KabarKalikudi – Pada saat melaksanakan selamatan di beberapa wilayah tentunya punya ciri khas masing – masing. Entah itu dari sajian beberapa Uberampe (sajian) maupun acaranya hingga tempat atau wadah dalam menyajikan beberapa makanan untuk selamatan.

Di Desa Kalikudi sendiri memilik ciri khas sendiri yang masih kental. Peseman mereka menjulukinya. Ini merupakan wadah atau tempat untuk menyajikan beberapa Uberampe atau sajian dalam melangsungkan selamatan. Walaupun terkadang ada yang tidak menggunakannya, tetap menggunakan Peseman ini masih tetap dilakukan oleh beberapa masyarakat Desa Kalikudi. Apalagi paguyuban Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Kalikudi masih sering menggunakan Peseman tersebut.

Peseman ini dibuat dari janur kuning yang disusun atau dianyam membentuk seperti baskom. Ada beberapa aturan tertentu dalam membuat Peseman. Untuk yang kecil dalam pembuatannya menggunakakn janur yang berisi 12-13 helai janur. Sedangkan untuk yang besar (biasanya untuk sajian utama) menggunakan sekitar 25 helai janur kuning.

Beberapa pengrajin Peseman ini masih jarang yang bisa. Malah bisa disebut langka, karena kebanyakan yang bisa membuat Peseman ini adalah para orang tua. Itu pun tidak semua orang tua dapat membuat Peseman ini. Pada paguyuban ATAP Kalikudi sendiri juga masih ada beberapa yang belum bisa membuat wadah tradisional ini.

Penggunaan Peseman ini biasaya pada selamatan tertentu. Seperti hajatan, sedekah acara kematian (tahlilal) dan beberapa acara selamatan lainnya. Itu pun hanya sebagaian masyarakat yang masih menggunakannya. Karena warga Desa Kalikudi sendiri ingin lebih praktis dalam menyelenggarakan selamatan dengan menggunakan cething atau wadah baskom plastik kecil sebagai pengganti Peseman.

Kelestarian menggunakan Peseman masih tetap kental dan sering digunakan oleh banyak orang. Karena warga Desa Kalikudi sendiri sadar bahwa adat tradisi dari nenek moyang harus diijaga dan tetap dilaksanakan. (ws)

Lihat artikel lainnya
Lihat yang lain dari Wahyu Setiyono
Lihat yang lain pada Ragam

Baca yang lainnya

Selamatan Labuhan, bertanda musim tanam padi di Desa Kalikudi telah dimulai

Kalikudi – Musim tanam padi di Desa Kalikudi Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap sud…