Beranda Opini Warga Mengenang Sang Legend Takraw Desa Kalikudi

Mengenang Sang Legend Takraw Desa Kalikudi

4 menit membaca
0
0
33

Desa Kalikudi yang terletak diperbatasan Kecamatan Adipala dan Kecamatan Maos identik dengan olahraga sepak takraw. Sebuah cabang olahraga dengan tiga atlet yang bermainan menggunakan bola rotan, hampir ada setiap dusun di Desa Kalikudi memilki atlet takraw.

Permainan sepak takraw oleh remaja dan anak-anak sering dimainkan setiap sore di halaman balaidesa. Karena banyaknya warga yang antusias dengan sepak takraw, halaman balaidesa disulap menjasi lapangan sepak takraw.

Mengenang permainan sanga legend

Pada tahun 1980-an, (kalau saya tidak salah ingat) ada trio pemuda atlet takraw yang cukup legendaris. Disetiap open turnamen takraw tingkat desa bahkan kabupaten, Trio: Tamang-Sugi-Sudar hampir selalu merajai. Mereka langganan juara, selain piala, hadiah takraw biasanya ayam jago atau kambing pun dibabat habis olehnya.

Tamang atau Sutarman adalah petekong yang kaki kiri sebaik kaki kanannya, baik saat servis, terima bola maupun saat mengumpan. Kepala, paha dan dadanya pun mampu mengolah bola. Kepiawaian itu mengantarnya menjadi pelatih atlet provinsi.

Sepintas, dimata saya, ia mirip Maradona yang tidak pernah mati gaya disetiap permainan. Sementara itu, Sugi dan Sudar dikenal dengan smash-smash kakinya yang mematikan. 

Tamang selalu mengumpan bola untuk Sugi dari arah atas kepala. Pada ketinggian yang tepat, ujung sepatu Sugi akan melanjutkannya dalam gaya salto. Ciaattt.., smash keras yang menukik tajam langsung menghajar lawan. Bola pun masuk, jatuh persis dibawah net lawan. Sedangkan untuk Sudar, Tamang memberi umpan bola ke tengah net. Lalu Sudar menyambar cepat dengan tubuh miring-memutar dengan menghasilkan smash dahsyat.

Saat-saat begitu, terutama dipuncak final penonton pasti bersorak gembira. Riuh bukan main. Seolah penonton tengah melihat atraksi pesepak bola yang sedang drible dilapangan lalu umpannya akurat dan dengan tepat dilesakkan ke dalam gawang. Goollll…!

Pemimpin Organ Tunggal Al-Maulida

Sutarman atau sering dikenal dengan sebutan Tamang ialah sesosok bapak dengan tiga anaknya. Yang pertama perempuan dan kedua adiknya laki-laki, putra kedua yang masih duduk di kelas empat sekolah dasar. Sementara yang terakhir masih kecil dibawah satu tahun.

Selain menjadi pelatih sepak takraw di Kabupaten Banyumas ia juga bekerja di Kecamatan Rawalo, bahkan menjadi pemimpin grup organ tunggal. Al-Maulida sebutan dari organ tunggal pimpinan Tamang sering pentas diberbagai acara. Entah itu acara resmi kedinasan maupun hajatan seperti khitanan dan pernikahan.

– Sargiyo –

Lihat artikel lainnya
Lihat yang lain dari Desa Kalikudi
Lihat yang lain pada Opini Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *